Belek
(kotoran mata) yang menempel dimata, baik karena bangun tidur atau sakit mata, kadang-kadang
walaupun sudah cuci muka, masih saja belum hilang melekat dibagian sekeliling
rambut mata. Bahkan mereka yang baru selesai dari wudlunya, ketika bercermin
ternyata masih terdapat belek yang masih menempel. Hal ini menimbulkan tanda
tanya terkait syaratnya wudlu, yaitu tidak ada penghalang yang bisa mencegah
sampainya air pada kulit. Sahkah wudlunya seseorang yang masih terdapat belek
di matanya?
Jawab: Tidak sah jika bisa menghalangi sampainya air.
Referensi:
& فتح المعين الجزء
1 صحـ : 66 مكتبة دار الفكر
وَتَعَهُّدُ عَقْبٍ وَمُوْقٍ
وَهُوَ طَرْفُ الْعَيْنِ الَّذِيْ يَلِي اْلأَنْفَ وَلِحَاظٍ وَهُوَ الطَّرْفُ اْلآخَرِ
بِسَبَابَتَيْ شِقَّيْهِمَا وَمَحَلُّ نَدْبِ تَعَهُّدِهِمَا إِذَا لَمْ يَكُنْ فِيْهِمَا
رَمَصٌ يَمْنَعُ وُصُوْلَ الْمَاءِ إِلَى مَحَلِّهِ وَإِلاَّ فَتَعَهُّدُهُمَا وَاجِبٌ
كَمَا فِي الْمَجْمُوْعِ وَلاَ يُسَنُّ
غَسْلُ بَاطِنِ الْعَيْنِ بَلْ قَالَ بَعْضُهُمْ يُكْرَهُ لِلضَّرَرِ وَإِنَّمَا يُغْسََلُ
إِذَا تَنْجُسُ لِغَلَظِ أَمْرِ النَّجَاسَةِ
اهـ
Tidak ada komentar:
Posting Komentar